0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Perak Mulai Bergairah, Siap-Siap Meroket Lagi? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Di sisi lain, Laporan Challenger Job Cuts menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS mengumumkan 48.307 pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Februari, turun 55% dibandingkan Januari yang mencapai 108.435 PHK..

Namun sepanjang pekan ini, harga perak masih merosot 10,11% secara point-to-point (ptp)..

Di sisi lain, produktivitas tenaga kerja nonpertanian (Nonfarm Productivity) pada kuartal IV 2025 naik 2,8%, melambat dari sebelumnya 5,2%.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga perak kembali bergairah di perdagangan akhir pekan ini, setelah sempat terkoreksi terjadi karena investor tampaknya mengambil rehat sejenak setelah mengalami lonjakan harga beberapa waktu lalu…

Pada periode yang sama, biaya tenaga kerja per unit (Unit Labor Cost) meningkat 2,8%, berbalik dari penurunan -1,8% pada kuartal III..

Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang masih cukup kuat turut mempengaruhi harga perak..

Sementara itu, klaim awal tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) untuk pekan yang berakhir 28 Februari tercatat 213 ribu, sama dengan angka sebelumnya. Tak hanya itu, lebih rendah dari perkiraan pasar 215 ribu. turut berperan penting..

// .

Israel melancarkan gelombang besar serangan ke Teheran pada Kamis (5/3/2026), menargetkan apa yang disebut sebagai infrastruktur milik otoritas Iran, setelah rudal Iran membuat jutaan warga Israel berlari menuju bunker perlindungan..

Merujuk Refinitiv, harga perak di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/3/2026) ditutup di posisi US$84,33 per troy ons, melonjak 2,63% dari perdagangan sehari sebelumnya.

“Laporan penggajian yang sangat lemah yang menunjukkan kehilangan pekerjaan besar-besaran di sektor swasta bersamaan dengan kenaikan upah mengisyaratkan stagflasi,” kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen, dikutip dari Reuters, Minggu (8/3/2026)..

Lonjakan harga minyak global akibat eskalasi yang meningkat di Timur Tengah telah meredam prospek penurunan suku bunga, dengan pasar sekarang memperkirakan pelonggaran kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sekitar 40 basis poin tahun ini..

Kendati melemah, sama halnya dengan emas, perak memiliki potensi naik terjadi karena perang…

Para pembuat kebijakan The Fed akan bertemu pada 18 Maret 2026, di mana mereka secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, dengan pemotongan pertama diperkirakan terjadi pada Juli 2026..

Penyebab utamanya adalah berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga serta kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi, sehingga berdampak pada Pergerakan harga perak cenderung mengikuti emas yang kembali bangkit, meski sepanjang pekan ini juga masih merana terjadi…

Perkembangan terkait Harga Perak Mulai Bergairah, Siap-Siap Meroket Lagi? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By