0 0
Read Time:3 Minute, 41 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bagaimana Ketegangan Geopolitik Bisa Picu Harga Tempe Naik yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sebagai contoh, kedelai. Selain itu, gandum yang sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. sering terjadi ketika Kondisi tersebut dapat terjadi pada komoditas..

Untuk itu, kata Yudi, diperlukan varietas unggul supaya menggenjot produksi. Selain permasalahan bibit, Yudi mengatakan luas areal tanam menentukan produksi kedelai.

Menurut dia, ketegangan yang meningkat setelah serangan yang melibatkan Israel. Selain itu, Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi mempengaruhi stabilitas harga komoditas di pasar internasional.Tauhid menjelaskan bahwa dampak konflik biasanya lebih cepat terlihat pada komoditas energi..

Yudi mengatakan perluasan areal tanam kedelai juga akan berlanjut pada tahun depan.Selain memperluas areal taman, Kementerian Pertanian akan mendorong perkembangan produksi kedelai dalam negeri melalui sejumlah insentif yakni bantuan benih, pupuk bersubsidi, serta alat mesin. Di samping itu, pertanian.  juga perlu diperhatikan..

“Kalau impor itu lebih dari 70 persen atau 80 persen.

Pada 2023, nilai impor kedelai dari Brasil tercatat sebesar US$ 1,99 miliar atau 43,58 persen dari total impor kedelai.Adapun importasi dari asal Brasil. Di samping itu, Argentina sebagian besar dalam wujud olahan, yaitu bungkil dan residu padat kedelai selain dari tepung juga perlu diperhatikan..

Sementara untuk kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat sebagian besar adalah dalam wujud segar.

Yudi mengatakan saat ini kemampuan bibit kedelai hanya bisa memproduksi 1-1,5 ton per hektare.

Ia menilai ketergantungan impor, khususnya pada kedelai yang digunakan untuk industri tempe, menunjukkan bahwa produksi dalam negeri belum mampu menggantikan kebutuhan bahan baku tersebut.Ia juga menyoroti potensi fluktuasi harga pangan di tengah dinamika geopolitik global.

“Secara gradual kita bertahap, enggak bisa sekaligus (berhenti impor),” tutur dia. Data Kementerian Pertanian mengungkapkan Indonesia mengimpor sebagian besar kedelai dari Brasil, Amerika Serikat,. Selain itu, Argentina..

Salah satu komoditas yang masih sangat bergantung pada impor adalah kedelai.Menurut Tauhid, sekitar 80 persen kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi dari impor.

Ia menilai pemerintah perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga tersebut agar tidak menimbulkan tekanan lebih besar pada perekonomian domestik.Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro di kompleks DPR, Selasa, 20 Januari 2026, mengatakan pemerintah akan mengembangkan kedelai agar bisa swasembada secara bertahap. Caranya pemerintah akan memperluas areal tanam kedelai seluas 73 ribu hektare pada tahun ini.

Namun, ia mengingatkan bahwa kenaikan harga pangan impor juga perlu diantisipasi oleh pemerintah, terutama bagi negara yang masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.Menurut dia, apabila harga komoditas impor meningkat, Indonesia berisiko mengalami tekanan pada harga pangan domestik.

EKONOM senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor sejumlah komoditas pangan yang dinilai berpotensi memicu lonjakan harga, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Nantinya perluasan areal tanam difokuskan di wilayah sentra produksi, misalnya Jawa Tengah, Jawa Timur,. Selain itu, Lampung…

Untuk itu, Kementerian Pertanian, kata dia, akan memperluas areal tanam kedelai secara bertahap. Dengan demikian, kebutuhan kedelai dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri atau dengan kata lain Indonesia bisa menekan importasi kedelai secara perlahan.

Pilihan Editor: Jika Impor Pertanian Menggusur Swasembada Pangan.

Sementara itu kebutuhan akan kedelai mencapai hingga 2,7 ton.

Adapun permasalahan dalam produksi kedelai antara lain varietas bibit.

Saya lihat untuk industri tempe itu sebagian besar impor, enggak bisa pakai kedelai lokal,” kata Tauhid dalam konferensi pers bertajuk “US–Indonesia Agreement on Reciprocal Tariff: Analisis Dampak Strategis Bagi Industri di Indonesia” di Hotel Des Indes, Jakarta Pusat, Kamis petang, 5 Maret 2026.Tauhid berpan, ditambah lagi dengan gan bahwa rencana pemerintah untuk mencapai swasembada pangan masih memerlukan waktu panjang apabila mencakup seluruh kebutuhan komoditas..

Perkembangan terkait Bagaimana Ketegangan Geopolitik Bisa Picu Harga Tempe Naik akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By