Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kondisi ini membuat emas kehilangan sebagian dukungannya..
Pelemahan ini memutus reli lima hari beruntun dengan penguatan 3,5%..
Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di US$ 5086,47 per troy ons atau ambruk 4,5% pada perdagangan Selasa (3/3/2026)..
Di sisi geopolitik, konflik Iran memasuki hari keempat ketika ledakan mengguncang Teheran. Tak hanya itu, Beirut turut berperan penting..
Kerusakan pada infrastruktur energi. Di samping itu, terhentinya lalu lintas kapal tanker melalui Hormuz meningkatkan risiko penguatan harga minyak, gas, dan produk olahan secara berkelanjutan. juga perlu diperhatikan..
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berikutnya telah bergeser dari Juli ke September, meski pasar masih memperhitungkan dua kali penurunan masing-masing sebesar 25 basis poin..
Sebagai respons, harga minyak acuan melonjak lebih dari 5% pada Selasa..
Seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran pada Senin mengatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup.
Sementara itu, perak telah menguat lebih dari 16% tahun ini..
Dolar AS menguat. Di samping itu, imbal hasil obligasi bergerak lebih tinggi,” ujar Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures, kepada Reuters. juga perlu diperhatikan..
// .
Merujuk Refinitiv, harga perak ditutup di US$ 82,04 per troy ons atau ambruk 8,27% pada perdagangan Selasa (3/3/2026)..
Hal ini disebabkan oleh investor beralih ke dolar AS alih-alih logam mulia sebagai aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik., akibatnya Kontrak berjangka perak anjlok..
Pada hari ini, Rabu (4/3/2026) pukul 06.30 WIB, harga emas sudah membaik dengan menguat 0,7% ke US$ 5121,67 per troy ons.
Sepanjang tahun ini, emas spot telah naik 19%, didukung oleh gejolak global, setelah melonjak 64% pada 2025.
Level ini adalah yang tertinggi sejak 24 Januari 2025..
Prospek memudar seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi di tengah ketakutan akan konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan..
Namun demikian,, penurunan harga ini kemungkinan hanya bersifat sementara,. Tak hanya itu, arus dana ke aset aman akibat risiko geopolitik seharusnya mendukung harga emas dan perak yang lebih tinggi,” tambah Haberkorn. tetap menjadi kenyataan meskipun “. turut berperan penting..
Penyebab utamanya adalah investor mencari perlindungan di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi, mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi,. Di samping itu, membuat pasar meninjau ulang arah kebijakan Federal Reserve.,. Akibatnya, Dolar AS melesat terjadi. juga perlu diperhatikan…
// .
Pembelian emas dikonversi dalam emas sehingga berdampak pada lonjakan dolar AS membuat investor lebih mahal untuk membeli emas sehingga permintaan turun…
Pelemahan ini juga membawa harga emas ke titik terendah sejak 19 Februari 2026 atau delapan hari beruntun..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas bergerak melemah tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, memudarnya prospek pemangkasan suku bunga..
Hal ini disebabkan oleh tidak memberikan imbal hasil bunga., akibatnya Meski dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi sekaligus gejolak, emas biasanya lebih diminati dalam lingkungan suku bunga rendah…
Indeks dolar melonjak ke 99,07 pada perdagangan Selasa (3/3/2026).
“Penurunan emas tampaknya didorong oleh pelarian menuju likuiditas yakni pelarian ke uang tunai.
Pada hari ini, Rabu (4/3/2026) pukul 06.30 WIB, harga perak sudah membaik dengan menguat 0,6% ke US$ 82,52 per troy ons.
Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index sekaligus FOREX.com mengatakan kerusakan tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga..
Perkembangan terkait Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Kiprah Ma.ja Watch, UMKM Binaan BRI yang Tembus Pasar Global
- Equityworld Trillium Surabaya – Harga Emas Berpotensi Naik, Dolar Melemah dan Ketegangan Rusia-Ukraina