Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga CPO Melemah Setelah Terbang Tinggi, Kenapa? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di pasar komoditas global, harga minyak nabati lain mencatat kenaikan..
Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan tambahan dari sektor energi..
Jika level tersebut ditembus, harga berisiko terkoreksi lebih dalam ke kisaran 4.078 hingga 4.098 ringgit per ton..
Berdasarkan laporan dari Intertek Testing Services sekaligus AmSpec Agri Malaysia, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Februari tercatat turun antara 21,5% hingga 25,5%…
Di saat yang sama, impor minyak bunga matahari ikut tertekan..
Harga minyak mentah dunia naik untuk hari ketiga berturut-turut seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel,. Selain itu, Iran, serta ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz..
Kondisi ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan produsen utama Timur Tengah..
Pelemahan ini memutus reli tiga hari beruntun sebelumnya dengan penguatan 4,5%..
Dari sisi permintaan, impor minyak sawit India pada Februari naik 10,1% dibandingkan bulan sebelumnya, sekaligus menjadi level tertinggi dalam enam bulan terakhir.
Sementara itu, Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia mencatat kinerja ekspor yang solid.
Namun di tengah sentimen positif dari India, data ekspor Malaysia justru menurun.
Mengutip Refinitiv, harga CPO pada hari ini, Rabu (4/3/2026) pukul 10.45 WIB da di posisi MYR 4.159 per ton atau melemah 0,65%.
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melandai setelah terbang tinggi..
Ekspor minyak sawit mentah, ditambah lagi dengan olahan pada Januari mencapai 2,24 juta ton, melonjak 77,07% secara tahunan (year-on-year) dengan nilai pengiriman sebesar USolahan pada Januari mencapai 2,24 juta ton, melonjak 77,07% secara tahunan (year-on-year) dengan nilai pengiriman sebesar US$2,29 miliar.,29 miliar…
// .
Kenaikan harga minyak mentah biasanya membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel, terjadi karena secara ekonomi menjadi lebih kompetitif dibanding bahan baku lain..
Dukungan tambahan bagi harga CPO datang dari pasar energi.
// .
// Dari sisi teknikal, analis Reuters Wang Tao menyebut kontrak CPO berpotensi menguji level support di 4.121 ringgit per ton.
Lonjakan ini dipicu oleh diskon harga minyak sawit yang mengalahkan minyak nabati pesaing.
Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati lain terjadi karena komoditas ini bersaing dalam pasar global minyak nabati, terutama dengan minyak kedelai. Tak hanya itu, minyak bunga matahari.. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Harga CPO Melemah Setelah Terbang Tinggi, Kenapa? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas dan Minyak Hari Ini, Prospek Penguatan di Tengah Kebijakan The Fed dan Ketegangan Geopolitik
- Bersihkan Tata Kelola, TASPEN Gelar Integrity Talk: To Zero Fraud 2026