0 0
Read Time:7 Minute, 24 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Jejak IHSG di Tengah Perang Iran Hingga Konflik Dunia, Seberapa Buruk? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Inflasi mulai turun secara bertahap, membuka ruang bagi bank-bank sentral untuk mempertimbangkan pivot kebijakan dari pengetatan menuju relaksasi secara hati-hati..

Pada akhirnya, market akan mencari keseimbangan baru yang akan memberi tenaga untuk bangkit lagi..

Pasar saham. Tak hanya itu, obligasi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun pemulihan tersebut belum merata. turut berperan penting..

Akibatnya, ekonomi global cenderung stagnan meskipun tidak jatuh ke dalam resesi yang dalam..

Sejak awal Januari 2026, ketegangan meningkat secara dramatis setelah AS, yang sebelumnya sempat mengambil tindakan militer terhadap Venezuela pada 3 Januari 2026, melancarkan serangan langsung bersama Israel ke Iran..

Inflasi global turun mendekati target, memberi ruang bagi bank sentral untuk mulai memangkas suku bunga secara bertahap sekaligus pelonggaran likuiditas global dimulai kembali.|..

Memasuki 2023, tren suku bunga yang terus naik membuat dunia menghadapi perlambatan ekonomi..

Namun, menarik-nya sejak koreksi itu, IHSG justru bangkit, sekaligus terus reli bahkan beberapa kali mencetak All Time High (ATH), terutama setelah pergantian Menteri Keuangan baru…

Contohnya, krisis perbankan regional di AS memuncak dengan runtuhnya Silicon Valley Bank, sektor properti di China masih tertekan pascaprespektakuler krisis Evergrande Group,. Di samping itu, permintaan global melemah dengan banyak negara mengalami kontraksi di sektor manufaktur. juga perlu diperhatikan. dapat dilihat pada Efek suku bunga tinggi mulai terasa di sejumlah sektor,..

Namun, risiko geopolitik tetap tinggi sekaligus menjadi penekan baru bagi ekonomi global…

Kisruh akibat perang sebenarnya bukan sekali di hadapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada waktu itu, IHSG mengalami koreksi 0,53%, beberapa hari setelahnya juga masih terus turun sampai 23 Juni 2025, kalau ditarik selama waktu itu, IHSG telah koreksi lebih dari 5%..

Namun, pada waktu itu koreksi terus berlanjut ke hari-hari setelahnya, bahkan sampai awal November 2023 IHSG masih turun sampai level 6600 mengakumulasi penyusutan sampai 4% dari sebelum serangan Hammas terjadi..

Meskipun 2024 ada gejolak soal suku bunga tinggi sampai efek tahun pemilu,. Akan tetapi IHSG juga masih bisa mendapatkan level ATH-nya lagi di atas 7900. tidak boleh diabaikan..

Hal ini disebabkan oleh terganggunya jalur energi penting, misalnya Selat Hormuz sekaligus potensi lonjakan harga minyak dunia, yang bisa memberi tekanan inflasi baru bahkan ketika bank sentral tengah mencoba menurunkan suku bunga., akibatnya Eskalasi konflik ini semakin memicu kekhawatiran global….

Namun, dalam sejarahnya IHSG sudah bukan sekali menghadapi perang, misalnya ini, berikut gambaran selama lima tahun terakhir:..

Sebagai contoh, chip dan kendaraan listrik.. sering terjadi ketika Konflik panjang antara Israel sekaligus Palestina semakin memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah, gangguan pelayaran di Laut Merah menaikkan biaya logistik global, dan ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok berlanjut, khususnya di sektor teknologi..

Sekitar satu tahun setengahnya, konflik geopolitik menular ke kawasan Timur Tengah, dengan dimulai serangan Hammas ke Israel pada 7 Oktober 2023..

Daya beli masyarakat melemah. Selain itu, biaya pendanaan tetap mahal..

Dunia pun masuk fase pengetatan kebijakan moneter global terbesar sejak krisis 2008..

Puncaknya, pada 20 Januari 2026, IHSG sempat menuju level 9200 untuk pertama kali-nya, ini menjadi rekor baru yang kini belum diuji lagi..

Meski demikian, IHSG mampu berbalik arah pada akhir 2023 menikmati momen Window Dressing sampai Januari effect pada 2024..

Jakarta, Equityworld Futures – Bursa saham Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan berat pada hari ini setelah serangan Amerika serikat sekaligus Israel ke Iran…

Konflik geopolitik itu sekarang tidak lagi hanya terfokus pada Rusia-Ukraina atau Israel-Hamas,. Akan tetapi telah meluas ke beberapa front baru yang memperkeruh situasi. tidak boleh diabaikan..

Pada 2024, risiko geopolitik makin kompleks sekaligus tersebar..

Terlepas dari konflik geopolitik saat ini, perang hanya akan membuat harga minyak makin mendidih, inflasi makin memanas, suku bunga tinggi, pinjaman mencekik,. Selain itu, akhirnya berujung pada ekonomi yang semakin suram…

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pan sekaligus gan Equityworld Futures Research..

Inflasi di AS. Tak hanya itu, Eropa menyentuh level tertinggi dalam 40 tahun, sehingga berdampak pada bank-bank sentral, misalnya Federal Reserve, European Central Bank, dan otoritas moneter di negara berkembang agresif menaikkan suku bunga. turut berperan penting….

Meski Sebelum menguji itu, sempat ada kisruh geopolitik lagi pada 3 Januari 2026, akibat serangan Venezuela oleh AS,, namun waktu itu IHSG malah merespon positif pada Senin (5/2/2026) dengan penguatan 1,27%. tetap penting..

Dan kali ini, pada awal Maret pasar kembali dihadapkan risiko geopilitik antara AS-Israel melawan Iran..

Oleh sebab itu, inflasi memanas. Tak hanya itu, suku bunga dipaksa berada di level tinggi. turut berperan penting. menjadi konsekuensi dari Pada 2022, harga komoditas melonjak tajam..

Tahun politik besar, termasuk Pemilihan Presiden AS 2024, menambah ketidakpastian kebijakan global.

Meski begitu, dalam sehari setelahnya IHSG langsung rebound 2%, bahkan dalam jangka menengah berhasil menguat. Tak hanya itu, menembus All Time High di level 7700. turut berperan penting..

Meskipun ekonomi global tidak runtuh total, fase “high rate, low growth” menjadi realitas baru yang berat bagi aktivitas ekonomi global..

Setahun berikutnya, konflik geopolitik juga kembali terjadi antara Israel-Iran pada 13 Juni 2025.

Hal ini pun yang menjadi antisipasi baru pelaku pasar terhadap pergerakan pasar keuangan pada Senin hari ini (2/3/2026)..

// Dari gambaran grafik di atas, kami menelusuri perang antara Rusia-Ukraina yang terjadi 24 Februari 2022 silam, IHSG kena dampak dengan penurunan sampai 1,48% dalam sehari..

Operasi militer AS-Israel, yang disebut “Operation Epic Fury”, menargetkan fasilitas strategis. Di samping itu, struktur kepemimpinan Iran, bahkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat seniornya, serta memicu gelombang serangan balasan dari Iran terhadap pangkalan AS dan target Israel di kawasan Teluk serta negara-negara tetangga. juga perlu diperhatikan..

Penyebab utamanya adalah morning call MSCI.,. Akibatnya, Sayangnya, yang terjadi pada 28 Januari menggugurkan semua ekspektasi terjadi…

Kali ini, pasar akan mengantisipasi gerak yang lebih volatile merespon perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel melawan Iran..

Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait.

Walaupun Kami rasa kali ini dampaknya bisa membuat IHSG goyang,, seharusnya tidak akan sejatuh ketika MSCI memberi ultimatum pada bursa saham kita sampai mengancam mau menurunkan ke frontier market. masih menjadi prioritas..

Di awal 2026, dunia berada dalam fase “stabil. Akan tetapi rapuh”: suku bunga global lebih rendah dibanding 2023-2024, tetapi tingkat suku bunga belum kembali ke level pra-ketegangan, inflasi secara umum lebih terkendali, pertumbuhan mulai membaik tipis, terutama di emerging markets,. Selain itu, arus modal kembali mencari yield di negara berkembang.. tidak boleh diabaikan..

Tanpa perang atau konflik geoplitik, alarm perlambatan ekonomi sejak beberapa tahun terakhir juga sudah menjadi perhatian.

Tahun itu ditandai oleh perang antara Rusia. Selain itu, Ukraina yang memicu krisis energi dan pangan global; harga minyak, gas, batu bara, dan gandum melonjak drastis..

Konflik geopolitik telah membawa efek domino terhadap perekonomian global dalam beberapa tahun ini..

Namun, konsumen masih berhati-hati dalam belanja, utang pemerintah di banyak negara tetap tinggi pascapandemi sekaligus era bunga mahal, dan dunia semakin terfragmentasi melalui fenomena friendshoring serta pergeseran rantai pasok…

Oleh sebab itu,. tetap penting. menjadi konsekuensi dari Meski Di sisi lain,, antisipasi terhadap sejumlah saham bluechip terutama dengan ekposur asing besar,, namun menjadi perhatian, terjadi. justru terjadi walaupun Penyebab utamanya adalah huru-hara di global akan memaksa asing untuk mengamankan diri lebih dulu.,..

Oleh sebab itu, kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut. menjadi konsekuensi dari Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca,..

Oleh sebab itu, Pada saat itu, rasanya sentimen AS-Venezuela tidak terlalu berpengaruh ke pasar saham RI, terjadi. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah masih euphoria window dressing. Di samping itu, market memantau saham potensial masuk MSCI.,..

Karena waktu itu terjadi di hari Sabtu, IHSG langsung merespon pada Senin dengan koreksi, syukurnya koreksi terbilang masih tipis hanya 0,04% dalam sehari..

Konflik politik. Tak hanya itu, regional masih bertahan, salah satunya berupa eskalasi lebih luas antara Israel dan Iran sepanjang 2025, yang pada Juni tahun itu berubah menjadi konflik bersenjata antara kedua negara beserta sekutu dan kelompok proxy masing-masing turut berperan penting..

Perkembangan terkait Jejak IHSG di Tengah Perang Iran Hingga Konflik Dunia, Seberapa Buruk? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By