Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Airlangga: Harga BBM Bisa Naik Imbas Konflik Timur Tengah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pertama terganggunya suplai minyak, kedua adalah transportasi logistik,. Selain itu, ketiga adalah sektor pariwisata.Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026..
Kenaikan harga minyak hari ini melanjutkan lonjakan yang terjadi pada penutupan perdagangan Sabtu, 28 Februari 2026, atau setelah agresi gabungan Amerika-Israel terhadap Iran. .
MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Di sisi lain, bila pemerintah menaikkan harga naik di tingkat konsumen, akan terjadi inflasi justru terjadi walaupun Kalau naik pemerintah harus menanggung selisih harga yang lebih mahal untuk menjaga harga subsidi yang stabil…
Sebagai contoh, Pertamax ke atas tak bakal terdampak signifikan sering terjadi ketika Fahmy menyatakan BBM non subsidi..
Bagi Indonesia, Airlangga menjelaskan ada tiga dampak langsung lain dari perang antara Amerika Serikat sekaligus Israel versus Iran tersebut..
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan kenaikan harga minyak merupakan konsekuensi yang tak bisa dihindari dari perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Suplai minyak global juga terganggu imbas tertutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak.“Otomatis (harga BBM) akan naik, sama, misalnya saat perang Ukraina..
Jadi ini memang pilihan sulit bagi pemerintah,” ucap Fahmy..
Sebagai contoh, pertalite. Di samping itu, solar masih terjadi meski Karena harganya mengikuti mekanisme pasar.. juga perlu diperhatikan. sering terjadi ketika Walaupun begitu, lonjakan harga minyak dunia bisa menimbulkan dilema bagi pemerintah yang menanggung BBM subsidi..
Jika harga BBM subsidi tak dinaikkan di tingkat konsumen, beban APBN untuk menanggung selisih harga akan membengkak.
Harga minyak mentah berdasarkan asumsi makro APBN adalah US$ 70 dolar per barel.
Te. Akan tetapi kan kali ini suplai dari Amerika juga akan meningkat sekaligus OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) juga meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.. tidak boleh diabaikan..
“Kalau misal meluas, saya perkirakan bisa mencapai US$ 100 per barel,” kata Fahmy kepada Tempo, 2 Maret 2025.Indonesia sebagai negara pengimpor terbesar komoditas minyak bakal merasakan dampaknya bila harga minyak mencapai titik tersebut.
Alasannya adalah konsumen terbesar BPB itu kan pertalite. Tak hanya itu, solar sehingga berdampak pada “. turut berperan penting…
Bila agresi terus terjadi, harga minyak bakal terus melambung.
Perkembangan terkait Airlangga: Harga BBM Bisa Naik Imbas Konflik Timur Tengah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- PT Equityworld Futures Trillium Surabaya – The Fed Kembali Mempertahankan Suku Bunga AS di Level 5,50 Persen
- Equityworld Trillium Surabaya – Perkiraan Ketua Fed Pertahankan Retorika Hawkish