Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar AS Tiarap-Mata Uang Asia Perkasa, Begini Nasib Rupiah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di satu sisi, inflasi yang masih tinggi membuat ruang pemangkasan suku bunga The Fed menjadi lebih sempit.
// .
Di sisi lain, tidak seluruh mata uang Asia bergerak di zona hijau.
Baht Thailand menyusul dengan kenaikan tajam 1,68% ke posisi THB31,00/US$.
Yen Jepang justru menjadi mata uang yang paling tertekan setelah melemah 0,83% ke level JPY156,05/US$, sementara dong Vietnam turun 0,62%. Di samping itu, berakhir di posisi VND26.040/US$. juga perlu diperhatikan..
Selain itu, dolar AS juga sempat mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik, terutama terkait hubungan AS. Di samping itu, Iran juga perlu diperhatikan..
Meski begitu, secara bulanan rupiah masih mencatat apresiasi 0,12% terhadap dolar Amerika Serikat AS..
// .
Meski pembicaraan mengenai program nuklir Teheran menunjukkan kemajuan, belum a, ditambah lagi dengan ya terobosan yang jelas membuat pasar tetap waspada terhadap risiko eskalasi konflik…
Kinerja positif juga ditunjukkan mata uang negara tetangga, yakni ringgit Malaysia yang naik 1,29% ke MYR3,888/US$..
Pergerakan mata uang Asia sepanjang bulan ini terbilang cukup unik.
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia berhasil mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam sebulan ini.
Rupee India pun masih mencatat apresiasi 0,68% ke INR91,046/US$..
Pada penutupan perdagangan terakhir Februari, indeks dolar AS berada di level 97,608 atau naik 0,64% secara bulanan.
Producer Price Index PPI final demand pada Januari tercatat naik 0,5% secara bulanan, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 0,3%.
Penguatan dolar ini salah satunya didorong oleh data inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan pasar..
Pasalnya, sejumlah mata uang Asia lain mampu membukukan apresiasi yang lebih besar sepanjang bulan ini..
Bahkan, kenaikan DXY kali ini menjadi penguatan bulanan tertinggi sejak Oktober 2025..
Peso berhasil mengalami apresiasi hingga 2,04% ke level PHP57,642/US$..
Sementara, mata uang negeri Tirai Bambu yakni yuan turut mengalami penguatan yang cukup besar, yakni 1,34% ke CNY6,8579/US$..
Rupiah pun tetap bertahan di zona positif, meski apresiasinya relatif tipis dibandingkan sebagian besar mata uang Asia lainnya..
Melansir data Refinitiv, pada perdagangan terakhir Jumat (27/2/2026) yang sekaligus menjadi penutup perdagangan Februari, rupiah ditutup melemah 0,06% ke level Rp16.760/US$.
Namun, penguatan tersebut belum cukup menempatkan mata uang Garuda sebagai salah satu yang paling perkasa di Asia.
Berikutnya, won Korea Selatan menguat 0,77% ke KRW1.439,2/US$, dolar Taiwan naik 0,73% ke TWD31,375/US$,. Di samping itu, dolar Singapura menguat 0,6% ke SGD1,2645/US$. juga perlu diperhatikan..
Sementara itu, pergerakan pasar global secara umum masih cenderung terbatas terjadi karena investor terus menimbang ketidakpastian geopolitik, ditambah lagi dengan perkembangan kebijakan tarif AS setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat Presiden Donald Trump….
Namun di sisi lain, pasar juga mulai mencermati pelemahan pasar tenaga kerja AS,. Akibatnya, masih memperkirakan pemangkasan suku bunga hingga 62 basis poin sampai akhir tahun…
Mayoritas mata uang di kawasan berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat AS, meski pada saat yang sama indeks dolar AS DXY juga ikut menguat.
Kondisi tersebut ikut tercermin dari kenaikan harga minyak sekitar 2% pada akhir pekan lalu.
Data ini menunjukkan tekanan inflasi di AS belum sepenuhnya mereda, sehingga berdampak pada pelaku pasar masih berhati-hati dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)…
// .
Peso Filipina tercatat menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia sepanjang bulan ini.
Perkembangan terkait Dolar AS Tiarap-Mata Uang Asia Perkasa, Begini Nasib Rupiah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Bapanas Siapkan Langkah untuk Turunkan Harga Cabai Rawit | Equityworld Futures
- Daftar Virus Paling Mematikan di Dunia | Equityworld Futures