Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Amarah Trump Membakar Asia: Rupiah-Yen Ambruk, Cuma China Adem Ayem yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Situasi ini terjadi setelah putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan penggunaan aturan darurat sebagai dasar penerapan tarif..
Setelah di perdagangan sebelumnya mampu menguat tajam..
Dolar Taiwan ikut melemah 0,11% ke level TWD 31,46/US$. Di samping itu, dolar Singapura turun 0,06% ke level SGD 1,26/US$. juga perlu diperhatikan..
Alasannya adalah ketidakpastian tarif. Selain itu, ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi ini menjaga dolar tetap kuat, dan pada akhirnya menekan mayoritas mata uang Asia pada perdagangan pagi ini. sehingga berdampak pada Oleh….
Pelaku pasar menilai ancaman tarif baru. Di samping itu, potensi perubahan aturan dagang membuat prospek perdagangan dunia kembali berkabut juga perlu diperhatikan..
Hal ini disebabkan oleh Presiden AS Donald Trump malah memberlakukan tarif resiprokal 15%.Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi terhadap negara-negara yang “bermain-main” dengan kesepakatan dagang terbaru, setelah Mahkamah Agung pekan lalu memblokir banyak tarif global luas yang sebelumnya diberlakukan.Peringatan itu muncul ketika negara-negara di seluruh dunia mengatakan mereka se. Selain itu, g mengevaluasi tarif dan kesepakatan dagang mana yang masih berlaku setelah putusan tersebut, yang membatalkan sebagian besar tarif yang dikenakan Trump tahun lalu.Uni Eropa pada Senin mengatakan akan menangguhkan ratifikasi kesepakatan yang dicapai pada musim panas lalu.India juga menyatakan akan menunda pembicaraan yang sebelumnya dijadwalkan untuk memfinalisasi kesepakatan terbaru.Melalui media sosial, Trump memperingatkan negara-negara agar tidak menggunakan putusan pengadilan sebagai alasan untuk mundur dari komitmen perdagangan yang dibuat sebagai respons terhadap tarif tahun lalu.”Negara mana pun yang ingin ‘bermain-main’ dengan keputusan Mahkamah Agung yang konyol ini-terutama mereka yang telah ‘memanfaatkan’ AS selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun-akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi, dan lebih buruk, daripada yang baru saja mereka setujui,” tulisnya di Truth Social, akibatnya Ketidakpastian makin menjadi…
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang negara-negara Asia bergerak dalam zona pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (24/2/2026).
Ditengah meningkatnya ketidakpastian mengenai tarif resiprokal AS..
Yen Jepang juga melemah 0,21% ke level JPY 154,95/US$.
Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama tengah mengalami kenaikan 0,07% ke level 97,775, yang menandakan dolar kembali diminati sehingga berdampak pada membuat banyak mata uang Asia bergerak turun…
// .
Adapun, mata uang Filipina yakni Peso melemah 0,17% ke level PHP 57,66/US$, sementara won Korea turun 0,13% ke level KRW 1445,9/US$.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu pemicu utama tekanan pada mata uang negara-negara Asia.
Rupiah pada perdagangan pagi ini terpantau berada di zona merah dengan pelemahan 0,18% atau terdepresiasi ke level Rp16.815/US$.
Pelemahan ini terjadi setelah media Jepang melaporkan bahwa otoritas Amerika Serikat disebut tengah melakukan pemeriksaan terhadap kenaikan nilai tukar yen pada bulan lalu, yang bertujuan menopang pergerakan yen..
Dong Vietnam menyusul dengan terdepresiasi 0,30% ke level VND 26.159/US$..
Walaupun begitu, pernyataan pejabat The Fed menunjukkan keputusan berikutnya akan sangat bergantung pada data tenaga kerja terbaru masih terjadi meski The Fed diperkirakan menahan suku bunga setidaknya hingga Juni,..
Di luar dua mata uang tersebut, mayoritas besar mata uang Asia justru tertekan.Pelemahan terdalam dialami baht Thailand yang turun 0,32% ke level THB 31,06/US$.
Walaupun begitu, tipus 0,02% ke posisi INR 90,993/US$. masih terjadi meski Mengikuti jejak yuan, rupee India turut menguat..
Pelemahan juga diikuti mata uang negara tetangga, ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,18% ke level MYR 3,89/US$..
Merujuk data Refinitiv, pada pukul 09.15 WIB dari sebelas mata uang Asia, hanya dua yang berhasil mengalami penguatan. Tak hanya itu, sisanya justru tertekan dari greenback. turut berperan penting..
Minat terhadap dolar menguat terjadi karena pasar global kembali dihantui ketidakpastian soal arah kebijakan tarif Amerika Serikat…
// .
Yuan China menjadi yang paling perkasa pagi ini dengan kenaikan 0,15%. Selain itu, berada di level CNY 6,89/US$..
Tekanan juga terjadi pada mata uang Garuda.
Di sisi lain, pelaku pasar juga masih menanti arah suku bunga bank sentral AS.
Perkembangan terkait Amarah Trump Membakar Asia: Rupiah-Yen Ambruk, Cuma China Adem Ayem akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Pasar AS Melemah, Harga Emas Berpotensi Koreksi Usai Sentuh Rekor Tertinggi
- Cabai Rawit hingga Minyakita Masih Mahal Jelang Ramadan