Equityworld Surabaya – Dalam perkembangan terkini pasar komoditas global, harga emas mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh level US$4.900 per troy ons. Informasi ini telah dikumpulkan dari sumber-sumber kredibel dan dianalisis oleh tim riset Equityworld Futures Trillium Surabaya untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam bagi para investor dan pembaca. Penurunan ini mencerminkan dinamika yang kontras antara dua pasar emas fisik utama dunia, di mana arah permintaan saling bertolak belakang.
Faktor Utama Penyebab Anjloknya Harga Emas
Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pendorong utama pelemahan harga emas baru-baru ini. Indeks dolar AS mencapai level tertinggi sejak awal Februari 2026, yakni di 97,08, dipicu oleh sikap hati-hati pejabat Federal Reserve terhadap inflasi. Mereka menekankan kebutuhan data konkret mengenai penurunan tekanan harga sebelum mempertimbangkan relaksasi kebijakan moneter. Hal ini menggeser ekspektasi pasar dari “kapan” pemangkasan suku bunga menjadi “apakah” akan terjadi pemangkasan sama sekali.
Selain itu, reli dolar AS tidak hanya memengaruhi emas, tetapi juga seluruh sektor komoditas. Harga perak, misalnya, turun 1,06% menjadi US$76,58 per troy ons pada penutupan Senin (16/2/2026), sementara tembaga juga mengalami pelemahan. Pada Selasa (17/2/2026) pukul 06.23 WIB, harga emas masih melanjutkan tren negatif di US$4.988,76 per troy ons (turun 0,06%), dan perak di US$76,45 per troy ons (turun 0,17%).
Dinamika Permintaan Emas di India dan China
Pasar emas fisik di India, sebagai konsumen terbesar kedua dunia, sedang mengalami penurunan minat. Dealer bullion dan produsen perhiasan cenderung menahan pembelian dari bank, dengan proyeksi impor sekitar 80 metrik ton emas dari Uni Emirat Arab (UEA) di bawah tarif preferensial bulan ini. Faktor ini didukung oleh Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara kedua negara, yang juga menurunkan bea impor untuk perak.
Pembeli ritel di India merasa kurang nyaman dengan harga tinggi saat ini, sehingga permintaan perhiasan belum pulih meski ada diskon biaya produksi. Seorang pedagang perhiasan di Hyderabad menyebutkan bahwa konsumen enggan bertransaksi pada level ini. Selain itu, emas dijual dengan diskon US$12 di bawah harga domestik untuk pertama kalinya dalam sebulan, mencerminkan volume perdagangan rendah akibat libur regional di Asia.
Sebaliknya, di China—importir emas nomor satu dunia—permintaan tetap kokoh menjelang Tahun Baru Imlek. Emas diperdagangkan dengan premi US$8 hingga US$10 per troy ons di atas harga spot global. People’s Bank of China (PBoC) terus menambah cadangan emas secara diam-diam, meski pada tingkat moderat. Analis independen Ross Norman menilai bahwa meski harga tinggi menekan permintaan secara umum, sentimen di China tetap positif, terutama karena pola musiman Tahun Kuda Api yang biasanya mendorong pembelian kuat.
Dampak Volatilitas dan Kondisi Pasar Tipis
Volatilitas harga emas telah membuat pembeli ritel mundur, terutama di India, di mana pola musiman pembelian terpengaruh. Kondisi pasar yang tipis—dengan partisipan lebih sedikit akibat libur—menciptakan gap harga antara penawaran dan permintaan, sehingga memicu fluktuasi ekstrem. Anya Sharma, Kepala Strategi Komoditas di Global Markets Insight, menyatakan bahwa pasar sedang mengalami kalibrasi ulang, di mana momentum dolar menguat tanpa keseimbangan beli yang kuat.
Meski demikian, permintaan perhiasan secara keseluruhan tetap tangguh di tengah gejolak, khususnya menjelang Imlek. Dr. [nama tidak disebutkan] menambahkan bahwa bank sentral China terus mengakumulasi emas, yang menjadi sinyal positif di tengah tekanan global.
Pantauan Lanjutan dan Rekomendasi
Perkembangan penurunan harga emas ini akan terus kami monitor, mengingat implikasinya terhadap ekonomi global dan pasar keuangan. Harga emas yang jatuh dari level US$5.000 menandai tantangan baru bagi investor, tetapi juga peluang bagi yang memahami dinamika pasar.
Peringatan Risiko: Materi ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan saran investasi. Perdagangan futures serta instrumen keuangan melibatkan risiko tinggi, yang bisa menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh modal. Selalu lakukan analisis independen sebelum berinvestasi.
Untuk update lebih lanjut, kunjungi situs resmi kami: Berita Terkini Equity World Futures | Equityworld Futures Official
Baca juga artikel terkait:
- Nasib Saham INDF, ACES, dan CLEO Pasca-Terdepak dari Indeks MSCI
- Harga Emas Stabil Jelang Jackson Hole Symposium, Investor Tunggu Isyarat Fed
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan data pasar terkini, laporan media sosial, dan berita internasional terpercaya.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official