Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Unilever Raup Rp8,5 T usai Jual Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ia menambahkan meski pemisahan unit usaha mengurangi skala bisnis dalam jangka pendek, langkah itu justru memperjelas fokus strategi. Selain itu, memperkuat kinerja operasi utama..
“Pemulihan laba sepanjang 2025 berlangsung kuat. Selain itu, konsisten, mencerminkan perbaikan kinerja bisnis inti kami,” kata Benjie..
Menurut dia, dari transaksi tersebut perusahaan memperkirakan keuntungan bersih sekitar Rp4,6 triliun, terdiri dari Rp3,8 triliun dari divestasi es krim. Selain itu, sekitar Rp800 miliar dari Sariwangi..
Penjualan domestik dari operasi berkelanjutan tercatat Rp7,7 triliun pada kuartal IV-2025 atau tumbuh 17,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya..
“Total hasil penjualan, di luar PPN (pajak pertambahan nilai), mencapai Rp8,5 triliun, yakni Rp7 triliun dari bisnis es krim. Selain itu, Rp1,5 triliun dari Sariwangi,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (12/2)..
Selain dampak divestasi, kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan tren pemulihan.
PT Unilever Indonesia Tbk mengungkapkan telah mengantongi dana sebesar Rp8,5 triliun dari pelepasan dua unit usahanya, yakni bisnis es krim. Selain itu, teh Sariwangi..
Perusahaan menilai pelepasan bisnis non-inti tersebut memberi dampak finansial sekaligus strategis.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan hasil tersebut berasal dari transaksi divestasi yang rampung pada 2025. Selain itu, menjadi bagian dari strategi penataan portofolio bisnis perusahaan..
Setelah dipisahkan, margin kotor meningkat 21 basis poin. Selain itu, margin laba sebelum pajak naik 63 basis poin, yang mencerminkan profil margin inti perusahaan menjadi lebih kuat..
Untuk sepanjang 2025, laba bersih tercatat Rp3,53 triliun atau tumbuh 21,8 persen secara tahunan..
Operasi yang kini dikategorikan sebagai bisnis yang dihentikan tersebut tercatat menyumbang sekitar 12,2 persen terhadap total penjualan berdasarkan laporan keuangan penuh 2025..
Sepanjang tahun, penjualan domestik mencapai Rp31 triliun atau meningkat sekitar 4 persen dibanding 2024..
Benjie menyebut kontribusi unit usaha yang telah dilepas itu sebelumnya cukup signifikan terhadap kinerja penjualan..
Dari sisi laba, perusahaan membukukan laba bersih kuartal IV-2025 sebesar Rp538 miliar yang terdampak biaya transformasi senilai Rp460 miliar.
Hal ini disebabkan oleh memperbaiki struktur margin, menghasilkan kas yang besar, serta menempatkan kami pada posisi yang lebih kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya. sehingga “Divestasi ini memberikan nilai tambah secara finansial. Selain itu, strategis.
Tanpa biaya tersebut, laba bersih kuartalan diperkirakan mencapai Rp1 triliun..
Perkembangan terkait Unilever Raup Rp8,5 T usai Jual Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Prediksi Harga Emas Hari Ini, Potensi Rekor Baru Didukung Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed
- Bank Jatim-KAI Kerja Sama, Nasabah Prioritas Bisa Pakai Luxury Lounge