0 0
Read Time:3 Minute, 38 Second

Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Laba Unilever Lompat 128 Persen usai Lepas Sariwangi ke Djarum yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan kinerja keuangan perusahaan meningkat tajam setelah memasukkan dampak pelepasan unit usaha dalam perhitungan total operasi..

Pertumbuhan tersebut utamanya didorong kenaikan volume dasar sebesar 12,4 persen hasil berbagai langkah penataan bisnis sejak tahun sebelumnya serta efek pembanding yang lebih rendah..

Untuk setahun penuh 2025, penjualan dari operasi berkelanjutan tumbuh 4,3 persen menjadi Rp31,9 triliun.

Secara total, termasuk bisnis yang telah dilepas, penjualan tahunan mencapai Rp36,4 triliun atau meningkat 3,5 persen yoy, dengan penjualan domestik naik 3,3 persen..

Kami menerapkan disiplin harga, mengganti distributor yang tidak berkinerja, serta mereset portofolio termasuk divestasi bisnis es krim. Selain itu, teh Sariwangi,” katanya..

Unilever Indonesia mencatat arus kas bebas sebesar Rp4,9 triliun sepanjang 2025, sekitar 1,7 kali lebih besar dibanding 2024, tanpa memiliki utang, sehingga memberi ruang fleksibilitas untuk ekspansi..

Investasi ini didorong oleh kelanjutan transformasi, peningkatan volume, serta kebutuhan inovasi. Selain itu, pengembangan kapasitas,” kata Neeraj..

Selain kinerja laba, perusahaan juga menyoroti kondisi keuangan. Selain itu, strategi investasi.

Transaksi dilakukan melalui penandatangan Perjanjian Pengalihan Bisnis (BTA) pada Selasa (6/1) lalu..

Ia menjelaskan peningkatan kinerja tersebut berkaitan dengan perbaikan fundamental bisnis yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun, termasuk penataan portofolio. Selain itu, struktur biaya..

“Sepanjang 2025 penjualan tumbuh 4,3 persen menjadi Rp31,9 triliun, dengan pertumbuhan volume 1,2 persen. Selain itu, harga 2,8 persen, menunjukkan pemulihan yang seimbang dan sehat,” kata Benjie..

“Pilihan strategi yang kami ambil untuk memperkuat fundamental menghasilkan bisnis yang lebih sehat. Selain itu, tangguh.

Belanja modal (capex) tercatat sekitar Rp1 triliun atau setara 3 persen dari penjualan dengan sekitar 60 persen dialokasikan untuk efisiensi biaya. Selain itu, peningkatan kapasitas produksi guna memperkuat produktivitas serta kesiapan pertumbuhan ke depan..

Perusahaan juga melaporkan posisi pasar tetap stabil sepanjang 2025 dengan pangsa nilai 30,9 persen pada semester II. Selain itu, pangsa volume 26,1 persen meski persaingan industri berlangsung ketat..

Penjualan domestik meningkat stabil, sementara bisnis ekspor naik 11,1 persen..

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 128 persen sepanjang 2025 menjadi Rp7,6 triliun.

Meskipun demikian, tanpa biaya transformasi satu kali, nilainya diperkirakan mencapai Rp1 triliun. sementara Laba bersih kuartal IV tercatat Rp540 miliar,.

“Termasuk keuntungan bersih dari divestasi bisnis es krim, total laba bersih mencapai Rp7,6 triliun atau setara Rp201 per saham, atau meningkat 128 persen dibanding tahun lalu,” ujar Benjie dalam konferensi pers secara daring, Kamis (12/2)..

Benjie menambahkan bila penjualan bisnis es krim dihitung hingga akhir Desember 2025, maka pertumbuhan penjualan tahunan seharusnya mencapai sekitar 4,2 persen.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal mengatakan perusahaan menyiapkan belanja modal pada 2026 sekitar 3-4 persen dari penjualan, lebih tinggi dibanding realisasi 2025..

Lonjakan ini salah satunya didukung aksi korporasi berupa divestasi bisnis..

Margin kotor total operasi tercatat 46,7 persen, turun 84 basis poin secara tahunan, tetapi sebenarnya naik 9 basis poin jika biaya transformasi dikecualikan..

Margin kotor setahun penuh tercatat 46,9 persen,. Selain itu, laba sebelum pajak mencapai 14,1 persen atau naik 183 basis poin dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, investasi tersebut akan diarahkan untuk melanjutkan transformasi, menambah kapasitas seiring kenaikan volume, serta mendukung inovasi produk. Selain itu, format baru bagi konsumen..

Secara operasional, pada kuartal IV 2025 perusahaan mencatat penjualan bersih Rp7,9 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year on year/yoy)..

“Kami memperkirakan belanja modal 2026 berada di kisaran 3 persen sampai 4 persen dari penjualan.

Sebelumnya, perusahaan mengumumkan penjualan bisnis teh Sariwangi ke entitas usaha milik Grup Djarum, PT Savoria Kreasi Rasa, senilai Rp1,5 triliun.

Perkembangan terkait Laba Unilever Lompat 128 Persen usai Lepas Sariwangi ke Djarum akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By