0 0
Read Time:2 Minute, 41 Second

Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Free Float Belum 15 Persen, Unilever Siap Penuhi Aturan Baru Bursa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan aturan baru batas minimal free float 15 persen berlaku paling lambat Maret 2026.

Kebijakan ini merupakan peningkatan dari ketentuan sebelumnya sebesar 7,5 persen. Selain itu, disebut telah melalui perhitungan regulator untuk memperkuat kualitas emiten serta likuiditas pasar..

Setelah buyback,. Selain itu, jika melihat saham yang sudah terdigitalisasi atau scriptless, posisi free float kami sedikit di atas 14 persen,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (12/2)..

PT Unilever Indonesia Tbk memastikan akan memenuhi ketentuan batas minimal porsi saham publik (free float) sebesar 15 persen setelah regulasi baru resmi diterbitkan regulator pasar modal RI..

Emiten yang telah tercatat tetap diwajibkan menyesuaikan diri melalui masa transisi, sementara perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan berpotensi dikenai sanksi bertahap mulai dari denda, suspensi, hingga delisting sesuai aturan bursa yang sedang disiapkan..

Dalam konteks itu, regulator menilai peningkatan porsi saham publik diperlukan agar struktur pasar lebih sehat. Selain itu, selaras dengan praktik global..

Penyesuaian aturan tersebut muncul di tengah tekanan pasar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia.

OJK juga menegaskan kebijakan baru tidak akan menghambat IPO.

Menurutnya, perseroan tidak menampik kewajiban tersebut. Selain itu, telah menyiapkan langkah penyesuaian setelah aturan teknis diterbitkan.

Ia menegaskan perusahaan memahami arah kebijakan regulator yang menginginkan peningkatan porsi saham publik di pasar..

Free float adalah porsi saham suatu perusahaan yang beredar. Selain itu, bisa diperdagangkan bebas kepada publik di pasar modal.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal menyatakan posisi free float perusahaan saat ini sedikit di atas 14 persen, terutama setelah aksi pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan sebelumnya.

“Kami sepenuhnya memahami tujuan ketentuan 15 persen itu.

Perusahaan memilih menunggu kepastian regulasi agar langkah yang diambil selaras dengan ketentuan resmi..

Manajemen saat ini masih menunggu rincian pedoman resmi sebelum menentukan strategi penambahan porsi saham publik..

“Benar, free float kami masih di bawah 15 persen.

Saat ini, Unilever belum merinci skema teknis yang akan digunakan untuk meningkatkan free float, termasuk apakah melalui aksi korporasi tertentu atau penyesuaian kepemilikan bertahap.

Saat ini, perusahaan mengakui tingkat free float sahamnya masih berada di bawah ambang batas yang akan ditetapkan regulator pasar modal..

Ia menambahkan perusahaan akan langsung menyesuaikan struktur kepemilikan saham begitu panduan implementasi dari otoritas pasar modal tersedia..

“Begitu kami mendapatkan kejelasan mengenai pedoman tersebut, kami akan memastikan kepatuhan penuh,” lanjutnya..

Kami menunggu detail regulasinya keluar,. Selain itu, setelah itu kami akan memastikan kepatuhan penuh terhadap persyaratan free float 15 persen,” ujar Neeraj..

Perkembangan terkait Free Float Belum 15 Persen, Unilever Siap Penuhi Aturan Baru Bursa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By