Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait OJK Targetkan Aturan Free Float 15 Persen Berlaku Maret 2026 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Tidak ada kebijakan penundaan IPO sambil menunggu penerbitan aturan baru..
Targetnya, ketentuan tersebut dapat diberlakukan sebelum akhir Maret 2026..
Hasan menambahkan saat ini masih terdapat izin buyback khusus yang diberikan untuk menyesuaikan kondisi pasar sebelumnya. Selain itu, belum dicabut.
Pejabat Sementara (PJS) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif,. Selain itu, Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan kebijakan tersebut justru mendorong calon emiten menyesuaikan perencanaan struktur kepemilikan saham sejak tahap awal, sebelum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI)..
Aturan baru tersebut juga diklaim tidak akan menghambat proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO)..
Sejalan dengan itu, OJK. Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan penyesuaian aturan bursa terkait free float.
Meski aturan baru tengah disiapkan, OJK memastikan perusahaan yang sudah masuk dalam pipeline IPO tetap diproses menggunakan ketentuan yang berlaku saat ini.
Ke depan, persetujuan IPO akan lebih menitikberatkan pada kesiapan. Selain itu, fundamental perusahaan..
Buyback sendiri tentu mengacu kepada ketentuan. Selain itu, izin buyback,” kata Hasan..
“Mulai sekarang, kami akan terus mengedepankan kualitas dari setiap perusahaan-perusahaan yang akan mengajukan diri untuk mendapatkan persetujuan pernyataan efektif di OJK,. Selain itu, selanjutnya mendapatkan persetujuan untuk pencatatan sahamnya di bursa,” ujarnya..
Emiten dapat memanfaatkan izin tersebut sepanjang tetap memenuhi ketentuan free float minimum secara bersamaan..
Terkait kebijakan buyback saham, Hasan menegaskan aturan free float 15 persen tidak bertentangan dengan ketentuan pembelian kembali saham.
Hasan menyebut OJK juga melakukan pembahasan intensif dengan MSCI untuk memastikan kebijakan tersebut selaras dengan praktik global. Selain itu, ekspektasi penyedia indeks internasional.
“Tentu yang diperlukan nanti, mereka akan menyelaraskan rencana awal yang semula mungkin mempertimbangkan jumlah free float di bawah 15 persen, sendirinya akan mereka ubah menjadi 15 persen,” kata Hasan usai menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2)..
Sebaliknya, emiten yang berada mendekati batas minimum free float memiliki ruang buyback yang lebih terbatas..
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan rencana kenaikan batas minimum free float saham menjadi 15 persen ditargetkan berlaku paling lambat Maret 2026.
Ia menjelaskan emiten dengan porsi saham publik yang jauh di atas 15 persen memiliki fleksibilitas lebih besar untuk melakukan buyback.
Sementara itu, emiten yang telah tercatat nantinya tetap diwajibkan menyesuaikan diri dengan ketentuan free float 15 persen melalui masa transisi secara bertahap..
OJK meyakini kebijakan tersebut tidak akan mengurangi minat perusahaan untuk mencatatkan saham di bursa, melainkan meningkatkan kualitas emiten..
Hasan menegaskan penetapan batas minimum free float 15 persen telah melalui perhitungan regulator. Selain itu, tidak ditujukan untuk membatasi jumlah IPO.
Meskipun demikian, berjalan secara bersamaan. sementara Menurutnya, buyback. Selain itu, free float merupakan dua pengaturan yang berbeda.
Perkembangan terkait OJK Targetkan Aturan Free Float 15 Persen Berlaku Maret 2026 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- PT Equityworld Futures Trillium Surabaya – The Fed Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga Di Bulan September
- Equityworld Trillium Surabaya – Dolar Kuat Akibat Ancaman Tarif Trump pada Negara BRICS