0 0
Read Time:3 Minute, 22 Second

Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Bos BI Respons soal Moody’s Pangkas Outlook Kredit RI Jadi Negatif yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

“Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang stabil. Selain itu, solid, serta didukung oleh kekuatan struktural termasuk sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan, yang menopang prospek pertumbuhan jangka menengah..

Nilai tukar Rupiah juga diprakirakan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat, didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah,. Selain itu, tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas Rupiah..

Kinerja solid itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39 persen kuartal IV 2025, sehingga laju secara keseluruhan 5,1 persen tahun lalu.

Di tengah tingginya gejolak. Selain itu, ketidakpastian global, kinerja ekonomi domestik tetap solid,” ujar Perry dalam keterangan resmi..

Inflasi juga masih terjaga sebesar 2,9 persen. Selain itu, berada di kisaran sasaran.

Selain itu, BI juga akan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah..

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar US$156,5 miliar, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor. Selain itu, pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor..

Kinerja positif tersebut diprakirakan akan terus meningkat pada 2027, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,1-5,9 persen, serta inflasi yang akan tetap terkendali..

Bank sentral memperkirakan laju ekonomi meningkat di kisaran 4,9-5,7 persen pada 2026, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan berbagai kebijakan Pemerintah. Selain itu, berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia.

Menurut Perry, penyesuaian outlook itu tak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia yang dinilai tetap solid.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo angkat suara usai Moody’s memangkas outlook peringkat kredit RI dari stabil menjadi negatif pada Kamis (5/2)..

“Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Selain itu, sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global yang meningkat, bersinergi erat dengan KSSK dan Program Asta Cita Pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk memperkuat komunikasi kebijakan dalam rangka memelihara kepercayaan pasar,” ujar Perry..

Namun, revisi outlook itu dipengaruhi oleh pandangan lembaga pemeringkat internasional itu akan risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian..

Kemudian, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2026 diperkirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9-0,1 persen PDB..

Ketahanan eksternal perekonomian Indonesia juga tetap kuat di tengah gejolak global.

Moody’s mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2. Selain itu, melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif..

Dalam laporannya, Moody’s menyatakan bahwa afirmasi rating Indonesia pada Baa2 mencerminkan ketahanan ekonomi yang tetap kuat..

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil. Selain itu, struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry..

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terjaga sehat, ditopang oleh kinerja neraca perdagangan yang solid.

“Penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah akan tetap solid dengan tren meningkat, didukung oleh inflasi yang terkendali..

Neraca perdagangan pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar US$2,51 miliar, didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam maupun manufaktur..

Perkembangan terkait Bos BI Respons soal Moody’s Pangkas Outlook Kredit RI Jadi Negatif akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By