Equity World Trillium Surabaya – Harga emas dunia melonjak tajam meskipun Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Pasar justru lebih fokus pada pelemahan dolar AS dan meningkatnya sentimen risk-off di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Pada perdagangan Rabu (29 Januari) waktu AS, harga emas spot naik sekitar 4% ke level $5.393,19 per ons, sementara emas berjangka AS (US gold futures) ditutup menguat 4,3% ke $5.303,60 per ons. Kenaikan ini membawa harga emas semakin dekat dengan level psikologis $5.400 per ons.
Emas Menguat Didukung Permintaan Safe Haven
Lonjakan harga emas terjadi di tengah narasi besar pasar global, yakni pergeseran investor ke aset safe haven akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Menurut laporan Reuters, pasar nyaris tidak bereaksi terhadap keputusan The Fed untuk menahan suku bunga, karena keputusan tersebut sudah sepenuhnya diantisipasi oleh pelaku pasar.
Kebijakan The Fed: Suku Bunga Tetap, Ketidakpastian Masih Tinggi
Dari sisi kebijakan moneter, The Fed mempertahankan target suku bunga federal funds rate di kisaran 3,50%–3,75%.
Dalam pernyataan resminya, bank sentral AS menyebutkan bahwa:
-
Aktivitas ekonomi masih tergolong solid
-
Pasar tenaga kerja mulai stabil
-
Inflasi masih sedikit di atas target
-
Ketidakpastian prospek ekonomi tetap tinggi
Mengapa Harga Emas Naik Meski Suku Bunga Tidak Dipangkas?
Pertanyaan utama pasar adalah: mengapa harga emas terus naik padahal suku bunga belum diturunkan?
Jawabannya sederhana:
📌 Harga emas tidak hanya bereaksi terhadap suku bunga saat ini, tetapi terhadap ekspektasi kebijakan di masa depan, terutama ketika dolar AS melemah.
Menurut laporan pasar global Reuters, dolar AS tertekan oleh kombinasi beberapa faktor utama, antara lain:
-
Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan tahun ini
-
Ketidakpastian kebijakan tarif
-
Volatilitas kebijakan pemerintah AS
-
Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral
-
Defisit fiskal AS yang membengkak
Kombinasi faktor tersebut menggerus kepercayaan investor terhadap dolar, sehingga emas kembali menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai.
Kesimpulan: Tren Harga Emas Masih Kuat
Kenaikan harga emas saat ini mencerminkan:
-
Melemahnya dolar AS
-
Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar ke depan
-
Meningkatnya ketidakpastian global
Selama sentimen risk-off bertahan dan tekanan terhadap dolar berlanjut, tren harga emas masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun suku bunga belum diturunkan secara resmi.
DISCLAIMER
Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.
baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya
Kunjungi juga :
News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders
Profil Perusahaan Equity World Trillium Surabaya
Ilustrasi Transaksi di Equity World Trillium Surabaya
Equity World Trillium SurabayaLegalitas Perusahaan
