Equity World Trillium Surabaya – Harga emas naik tipis pada awal sesi perdagangan Asia, menguat 0,3% ke level USD 3.986,90 per ons, setelah sempat mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipandang sebagai pemulihan teknikal, namun analis pasar Fadi Al Kurdi dari FFA Kings menilai bahwa momentum bullish emas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
Ketidakpastian Fiskal AS Dorong Permintaan Aset Aman
Dari sisi sentimen, penundaan rilis data ekonomi akibat potensi shutdown pemerintah AS menambah ketidakpastian fiskal dan memperkuat minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Selain itu, risalah rapat FOMC bulan September menunjukkan bahwa The Fed menilai terdapat risiko signifikan di pasar tenaga kerja untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap inflasi membuat The Fed tetap berhati-hati dalam mengambil langkah agresif. Kombinasi faktor ini pada umumnya memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Dolar AS Menguat di Dekat Level Tertinggi Dua Bulan
Sementara itu, indeks dolar AS bertahan kuat di kisaran $98,9–$99,5, mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan dolar ini didorong oleh kelemahan mata uang utama lainnya, khususnya euro dan yen, di tengah meningkatnya volatilitas pasar global.
Krisis Politik Prancis Tekan Euro
Dari benua Eropa, krisis politik di Prancis menekan nilai tukar euro setelah Perdana Menteri Sébastien Lecornu mengundurkan diri. Presiden Emmanuel Macron dikabarkan akan menunjuk perdana menteri baru dalam waktu 48 jam ke depan, menciptakan ketidakpastian tambahan di pasar Eropa.
Kemenangan Takaichi Tekan Yen Jepang
Di Asia, kemenangan Sanae Takaichi sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang dipandang sebagai sinyal kebijakan moneter longgar dan stimulus berkelanjutan. Hal ini menekan yen, dengan pasar kini memantau area USD/JPY 152–153, yang dianggap sensitif terhadap kemungkinan intervensi pemerintah Jepang.
Prospek Kebijakan The Fed dan Arah Dolar AS
Risalah rapat FOMC September juga menegaskan bahwa risiko pasar tenaga kerja meningkat, sekaligus membuka peluang pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini. Pernyataan John Williams (Presiden The Fed New York) yang mendukung penurunan suku bunga tambahan sebelum akhir 2025 semakin memperkuat narasi dovish tersebut.
Dengan latar belakang ini, arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek akan sangat ditentukan oleh imbal hasil obligasi AS (Treasury yields) serta perkembangan politik di Prancis dan Jepang.
Fokus Data Ekonomi Malam Ini (Jumat, 10 Oktober 2025)
| Waktu (WIB) | Data Ekonomi | Estimasi | Dampak Potensial |
|---|---|---|---|
| 19.30 | Nonfarm Payrolls (SEP) | Naik > 52.000 | Jika < 52.000 → USD melemah, emas menguat |
| 19.30 | Unemployment Rate (SEP) | Turun < 4,3% | Jika > 4,3% → USD melemah, emas menguat |
| 21.00 | Michigan Consumer Sentiment (OCT) | Naik > 54,6 | Jika < 54,6 → USD melemah, emas menguat |
Disclaimer:
Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.
baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya
berita terkait
News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders
